Lembaran Kerjaku

Selamat Datang di Blog Ku....

Sabtu, 04 Juni 2011

Intisari Surah Al-A'raf ayat 56-58


Terjemahan Surah Al-A’raf Ayat 56-58
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”(56)
“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan), hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan, seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”(57)
“Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh dengan subur dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersukur.”(58)

Kesimpulan isi atau kandungan ayat-ayat tersebut adalah:
ð  larangan Allah SWT kepada manusia untuk berbuat kerusakan di muka bumi. Suruhan agar berdoa agar umat manusia tidak menjadi kaum perusak. Sebaliknya, dengan doa itu agar mereka menjadi golongan yang Muhsinin, yaitu golongan yang berbuat kebaikan-kebaikan. Kaum Muhsinin tentu akan memperoleh rahmat Allah SWT.
ð  Allah SWT adalah Tuhan Yang Mahakuasa, yang menghembuskan angin, mengiringi awan, dan menurunkan hujan di berbagai tempat yang dikehendaki-Nya seperti di daerah tandus. Air hujan yang diturunkan Allah itu, menyebabkan tanah yang tandus menjadi subur, tempat tumbuhnya berbagai jenis tanaman yang bermamfaat. Allah SWT berkuasa menghidupkan orang-orang yang telah mati, sebagaimana Allah pun berkuasa menghidupkan tanah tandus menjadi subur.
ð  Penegasan Allah SWT bahwa di atas tanah yang subur, akan tumbuh berbagai macam tanaman yang baik. Sebaliknya di atas tanah yang tandus tanaman-tanamanannya tidak tumbuh dengan baik. Orang-orang bersyukur (syakirin) akan menyadari bahwa hal itu merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Itulah kesimpulan menurutku, bila ada yang perlu ditambahkan, silahkan komentar.
Assalamualaikum….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar